6 Jun 2018

BEKERJA DI BPS (BADAN PUSAT STATISTIK)


Sebenernya merasa kurang pantes untuk menceritakan hal ini, karena saya baru kerja di BPS belum genap 2 tahun. Tapi, melihat sentimentalnya masyarakat terhadap data BPS. I think, I should do something. Dan yang paling gampang yaa nulis di blog sendiri.

Sebagai pembukaan, untuk diketahui, BPS adalah Badan Pusat Statistik, singkatnya tugas BPS ini untuk menghitung indikitator-indikator ekonomi, sosial, dll di Indonesia yang secara umum digunakan untuk evaluasi kinerja yang telah dilakukan oleh pemerintah. Gimana caranya BPS menghitung ini? Dengan melaksanakan berbagai macam survei dan sensus. Jadi, kalo ada yang bilang BPS kerjanya 10 tahun sekali (Cuma ketika sensus saja). Waah, salah besar. Untuk gambaran, ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh BPS di tahun 2018.

Jika ditotal, selama tahun 2018 ini terdapat 695 kegiatan yang dilaksanakan di setiap BPS kabupaten/kota. Bisa dibayangkan beban kerja yang harus ditanggung oleh setiap pegawai BPS kabupaten/kota. Untuk dicatat, di kantor saya sendiri dengan beban kerja seperti itu, hanya terdapat total 22 pegawai organik di kantor. Untuk ukuran BPS, kantor saya ini tergolong memiliki pegawai yag cukup karena di setiap kecamatan posisi KSK (Kepala Seksi Kecamatan) terisi. Banyak kantor di daerah lain, terutama dengan jumlah kecamatan yang puluhan, posisi KSK ini kosong, sehingga terpaksa beberapa orang harus rela memegang dua kecamatan atau bahkan tiga kecamatan sekaligus.
Kegiatan di BPS, terutama di BPS kabupaten/kota sangat erat dengan kegiatan lapangan (survei dan sensus). Yang menjadi target survei atau sensus itu banyak, dari mulai anggota rumah tangga (individu), rumah tangga, perusahaan, instansi-instansi pemerintahan, usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, sawah, dll. BANYAK. Kalau harus disebutkan satu-persatu, insyaAllaah saya yang akan lelah :”).

Kegiatan lapangan ini seperti apasih? Pada umumnya, kegiatan lapangan itu kami akan MENDATANGI responden ke tempatnya lalu melakukan wawancara secara langsung. Untuk menghitung angka kemiskinan misalnya yang selama ini setiap angkanya dirilis selalu menimbulkan perdebatan dan nyinyiran netijen, kami harus melakukan wawancara secara langsung (door to door) ke rumah-rumah responden menggunakan kuesioner yang tebalnya masyaAllaah, untuk mewawancarai satu responden dibutuhkan waktu minimal 2 jam.  Respondennya pun kami tidak bisa memilihi seperti yang selama ini banyak diprasangka oleh netijen. Kami mendapatkan alokasi responden dari BPS pusat, dan kami tidak punya hak untuk mengganti sampel, karena sampel itu sendiri diambil menggunakan metode penarikan sampel yang sudah dipikirkan matang-matang agar hasilnya dapat mewakili populasi.

Banyak tantangan dan rintangan yang harus dilalui oleh para petugas untuk sekedar mengisi kuesioner-kuesioner yang hasilnya selama ini selalu dipandang sebelah mata. Misalnya penolakan dari responden itu sendiri, hal ini SANGAT SERING terjadi. Walaupun kami sudah memperkenalkan diri, membawa surat tugas, dan menjelaskan tujuan wawancara, MASIH SANGAT BANYAK masyarakat yang SEACARA TERANG-TERANGAN MENOLAK UNTUK DIWAWANCARAI, bahkan ada yang bersikap KASAR kepada petugas, dari mulai mengusir petugas, memarahi petugas, sampai mencaci-maki petugas. Hal ini baru dari sisi penerimaan responden, belum lagi jika akhirnya dengan terpaksa responden menerima untuk diwawancara, tidak sedikit responden yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan asal-asalan. Kalau sudah seperti ini, bagaimana data yang dihasilkan BPS dapat benar-benar mewakili populasi?

Selain dari sisi penerimaan responden,ada lagi rintangan yang harus dilalui para petugas yaitu medan di lapangan. Nggak pantes rasanya saya mengeluh karena saya dari awal penempatan di BPS kota, jadi bisa dibilang akses untuk ke tempat survei  terbilang mudah. Namun untuk dicatat, kantor BPS terdapat di seluruh kabupaten di Indonesia, dari sabang sampai marauke, dari Aceh sampai Papua. Teman-teman saya yang penempatan di daerah-daerah yang jauh dari ibukota harus melewati berbagai macam medan dengan nyawa sebagai taruhannya, dari mulai jalan hancur yang hampir mustahil untuk dilewati, harus naik speed boat berjam-jam, bahkan harus naik pesawat kecil yang disewa agar bisa sampai ke tempat tujuan survei. Mereka juga harus menginap berhari-hari di sana, sampai kegiatan survei selesai dilaksanakan, dengan fasilitas yang sangat minim (beberapa daerah bahkan tidak ada sinyal) sehingga mereka harus rela hilang dari peradaban untuk sementara dan tidak bisa bertukar kabar dengan sanak keluarga. Semuanya dilalui oleh mereka, agar data yang dihasilkan benar dari mulut responden.  Banyak hal yang harus dilalui pegawai BPS ketika mengumpulkan data, ketika mengumpulkan data di sawah misalnya untuk menghitung produksi beras, ada pegawai yang terkena gigitan ular, ada juga yang harus mengalami hal ini : http://berau.prokal.co/read/news/47994-kapal-tenggelam-dihantam-ombak-puluhan-data-sakernas-ikut-lenyap.html

Memang, semua pekerjaan mempunyai resikonya sendiri, menjadi pegawai BPS juga bukan pekerjaan tersulit pastinya, masih banyak pekerjaan-pekerjaan lain yang benar-benar harus mempetaruhkan jiwa dan raga. Namun, saya menulis ini, hanya agar usaha yang telah kami lakukan tidak ditiadakan, kami tidak meminta agar gaji kami dinaikkan, atau agar pekerjaan kami dikurangi, kami hanya ingin, apa yang telah kami lakukan setidaknya sedikit dihargai. Kami akui, BPS masih banyak kekurangan, BPS juga terus berupaya untuk memperbaiki diri agar semakin lama semakin baik dan data yang dihasilkan juga semakin bagus. Banyak metode-metode baru yang dicoba, banyak juga metode-metode baru yang sedang dikembangkan dengan harapan data yang dihasilkan terus dan terus membaik. Tentu saja, hal ini bisa terwujud jika semua pihak dapat mendukung kinerja BPS. Dari mulai hal yang paling simpel, jika ada petugas kami yang datang, agar diterima dengan baik, menjawab pertanyaan dengan jujur dan apa adanya. Demi data Indonesia yang lebih baik J.

17 Nov 2017

Bikin Paspor di Imigrasi Pontianak: TWO THUMBS UP!

Jadi, tulisan ini dibuat karena rasa kagum dan rasa masih tidak percaya setelah bikin paspor hari ini. Sebenarnya, udah lama banget kelengkapan paspor dikirim ibu dari Palembang. Dari awal bulan September kalo nggak salah, tapi.. berhubung “katanya” aku harus ngeluangin waktu dari pagi dan sampe sore di kantor imigrasi, terus harus antre, terus belum lagi “katanya” ada calo dan sebagainya. Jadilah, maleees banget mau ngurus paspor walaupun kantor imigrasinya tinggal nyebrang doang dari kantor ku. Sampe akhirnya kemarin, salah satu senior di kantor bilang, ngambil nomor urut antrian buat bikin paspor udah bisa online. WOW. Emang sempet denger sih, dulu bisa online, tapi katanya udah dihentikan. Ternyata sekarang udah dibuka lagi daftar online. Dan kerennya lagi, imigrasi pontianak ada situsnya sendiri, nggak gabung sama imigrasi lainnya di Indonesia. Keren!

Langsunglah aku googling alamat buat daftar online imigrasi pontianak, in case you are wondering, ini dia situsnya : http://pontianak.imigrasi.go.id/pro/

Nah, itu dia tampilan webnya. Tinggal ngikutin semua langkahnya. Jadi, nanti kita akan bisa milih hari dan jam kedatangan sendiri. LUARRR BIASAAA  *masih kagum*. Aku sendiri ngambil antrian hari kamis tanggal 16 november, dan daftar buat besoknya yaitu tanggal 17 november jam 11 siang. Di akhir, kita bisa cetak nomor antrian kita, disitu juga ditulis kita harus datang maksimal 30 menit sebelum, dan membawa perlengkapan berkas yang asli serta fotokopi satu kali (berkasnya akta kelahiran, KTP, dan KK).

Besoknya aku jalan dari kantor, nyebrang ke kantor imigrasi jam 10.15, dateng langsung antri buat konfirmasi. Darisana aku langsung disruruh masuk ke ruangan loket-loketnya. Di ruang loket ini, aku baru mau duduk, eh langsung dipanggil. Kemudian, aku duduk dan diwawancara sebentar, abis itu dipoto, terus dikasih kwitansi. Kwitansi ini isinya kode bayar dan jumlah yang harus dibayarkan. Untuk bikin paspor baru yang isinya sebanyak 48 lembar, biayanya Rp355.000. Abis dapet kwitansi, langsung pulang!!! WOOOW LAGI. Kalau dihitung-hitung, waktu yang aku habiskan di kantor imigrasi kayaknya gak nyampe 15 menit sih. Keren... abis itu bayarnya bisa lewat ATM atau internet banking. Aku bayar lewat internet banking. Dan 3 hari kerja setelah bayar paspornya bisa diambil, dengan membawa bukti bayar dan kwitansi tadi.

Serius, masih terkagum-kagum. Ternyata bisa dibuat sesimple itu yaa urusan administrasi ini. Coba.. kalo bikin KTP, SIM, KK, akta kelahiran, dan sebagainya bisa juga kayak gini. Semua konsumen bisa milih jam dan hari kedatangan sendiri secara online, dateng, urusan selesai, tanpa calo, tanpa nunggu lama-lama, keren bangetlah Indonesia ini pasti jadinya. Yang jelas buat orang yang kerja kayak aku, yang masuk pagi pulang sore, ini bisa bener-bener mengefektifkan waktu sih. Gak perlu izin seharian sama atasan cuman buat ngurusin dokumen. Semoga kantor imigrasi ini bisa jadi contoh untuk kantor-kantor lainnya. Dari segi pelayanan sampe sistemnya yang super keren ini, menurut aku harus banget sih dicontoh sama instansi lain. Pokoknya standing applause, two thumbs up buat kantor imigrasi. Semoga bisa dipertahankan, bila perlu ditingkatkan!

5 Mar 2017

FIRST IMPRESSION : PONTIANAK

Ehem, kali ini akhirnya.. kepengen nulis lagi, setelah sekian lama nggak nulis huehehe. Kali ini mau share my “first impression about Pontianak”. Oke, sebelumnya mau ngasih tau dulu, sekarang aku officially tinggal di Kota Pontianak which is ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, which is artinya merantau lagi, which is kali ini merantaunya bukan di Jakarta lagi, which is artinya merantaunya lebih jauh lagi. Tapi.. setelah dipikir-pikir nggak jauh-jauh amat sih dibandingin orang yang harus tinggal di luar negeri atau yang harus merantau diujung timur atau ujung barat Indonesia, intinya yaa syukurin aja.Walaupun tadinya sih sungguh amat sangat berharap bisa balik lagi ke sumatera selatan, walaupun dari awal nggak mengharapkan palembang, tapi yaa asal sumatera selatan aja udah cukup seneng. Tadinya juga berharap, seenggaknya kalo nggak di Sumsel yaa masih di sumatera lah, Jambi, Bengkulu, Riau, Kepri, Bangka masih oke karena pengen balik ke sumatera. Tapi ternyata bener-bener nggak bisa ke Sumatera akhirnya milih Pontianak Kalimantan Barat, sengaja milih Pontianak karena seenggaknya Pontianak itu kota, dan alhamdulillah pilihan pertama yang diterima, akhirnya tanggal 14 Februari 2016. Aku dan teman-teman diberangkatkan ke Kalimantan Barat.

Hmmmm, waktu menginjakkan kaki di bandara Supadio impression nya bandaranya lebih kecil dibandingin soekarno hatta (yaiyalah wkwk) dan juga lebih kecil dibandingkan bandara SMB di Palembang. Terus, setelah dua minggu lebih sedikit aku tinggal disini, actually I kinda like Pontianak. Apa yaa, Pontianak itu kota kecil sih emang, kalo dibandingin sama Palembang aja, Pontianak jauh lebih kecil. Palembang luasnya 400,61 km pesegi, sementara Pontianak luasnya 107,8 km persegi, jadi bisa disimpulkan Palembang 3,72 kali lebih luas dibandingkan Pontianak (uwaah aku juga baru tau setelah googling barusan wkwk). Next, dari segi jumlah penduduk tentunya Palembang jauh lebih banyak penduduknya, menurut BPS Kota Palembang, jumlah penduduk Kota Palembang tahun 2014 adalah sebanyak 1.580.517 orang sementara menurut BPS Kota Pontianak (tempat ku kerja nih hahaha) jumlah penduduk Kota Pontianak tahun 2014 sebanyak 598.097. Artinya dari sisi jumlah penduduk Palembang juga 3 kali lebih banyak dibandingkan Pontianak. Tapi #funfact kalo dari sisi kepadatan penduduk, TERNYATA PONTIANAK LEBIH PADAT!!!! Jadi di Pontianak itu, terdapat 5.464 penduduk per kilometer persegi sementara di Palembang terdapat 3.890 penduduk per kilometer persegi. Namun akan tetapi walaupun Pontianak lebih padat, disini tidak lebih macet dibandingin Palembang apalagi Jakarta (yaiyalah wkwk). Enaknya tu ya itu, Pontianak itu kota, mau apa aja insyaallah ada disini, mall ada, pasar ada, jalanan udah bagus, rumah sakit deket, dan lain-lainnya seperti di kota lainnya. Tapi, kotanya itu ya itu tadi, kota kecil, jadi kemana-mana nggak macet. Terus di Pontianak itu, orang-orangnya ramah-ramah, dan mereka selow gitu hidupnya. Kemaren kan pas pertama dateng, di Pontianak turun hujan terus, jadilah beberapa pemukiman dan jalan-jalan banjir, tapi mereka nggak ada yang ngeluh gitu, baiasa aja.. kerenlah, aku sampe bingung, kok yaa bisa mereka seselow itu, banjir loh ini :’D. Bahasa Pontianak juga sejauh ini aku masih ngerti sih, bahasa melayu yang mengarah ke bahasa malaysia, logatnya enak didenger, mereka halus gitu ngomongnya nggak kayak di Palembang mau ngomong gimana juga kayak orang marah-marah, mungkin disini kebalikannya deh, mau marah-marah juga kayak nggak marah. Kotanya juga bersih, nggak kayak Jakarta. Dulu di Jakarta first impression nya pokoknya Jakarta itu kotor :’) *sorry to say*. Nah kalo Pontianak ini sejauh ini bersih, di jalan-jalan juga bersih, bikin betah. Tapi, minusnya Pontianak itu, disini hampir nggak ada kendaraan umum cuy, angkot, ojek, bus kota, bajaj, taxi, apapunlah itu, nggak ada sama sekali. Angkot katanya masih ada sih, yaa munculnya sejam dua jam sekali lah wkwkwk. Jadi, kalo mau tinggal disini emang harus punya motor sendiri sih atau mobil juga boleh kok hahah.

Okee sekian first impression tentang Pontianaknya. I’m looking forward to my new experience here! Hope everything will be good ahead! Hope all of us for a happy and blessed life ahead! :)


2 Nov 2016

Tes Kemampuan Dasar 2016 (TKD 2016)

Helloooo well as I said before, if I don't have something to do I'll write anything else, and here it is!! Yes, sampe detik ini aku masih pengangguran seanggur-anggurnya. Sampe bingung mau ngapain. Setelah kemaren ngursin berkas (a.k.a kartu kuning dan SKCK) yang aku pikir akan memakan waktu seharian ngurusinnya, ternyata tidak saudara-saudara, waah saya terkejut *krikkrikkrik*. Oke lanjut, aku hari ini mau nyeritaian tentang TKD dan mungkin a little tricks and tips.

Jadi, as I said in my blog post before, aku wisuda tanggal 8 Oktober.  Dan pengumuman resmi waktu diadakannya TKD di kampus ku tanggal 6 Oktober seingetku. Isi pengumumannya, TKD akan dilaksanakan pada 12 Oktober wkwkwk. Waktu liat pengumuman itu agak khawatir sih, mengingat persiapan yang sangat belum maksimal. Banyakan nonton drama korea nya hiks. Abisnya drama yang baru rilis bagus-bagus banget gimana dong. Walaupun jujur supaya nggak dibilang pencitraan, aku udah sempet belajar, karena... motivasi dari teman-teman kosku yang luar biasa. Jadi, temen kamar depan ku, dia emang nggak usah diragukan rajin banget, bahkan dia udah baca materi TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), aku waktu itu belum sama sekali, beneran sama sekali belum nyentuh buku, terus temen di kamar sebelah, udah menghabiskan soal-soal TIU (Tes Intelegensia Umum) di bukunya disaat aku belum juga baca sama sekali, sejak saat itu semangat ku terbakar wkwkwk. Mulailah baca-baca. Awalnya niat buat ngebaca TWK dulu, tapi.... setiap baca TWK yang ada ngantuk, yaudah daripada tidur terus dan nggak belajar, akhirnya aku mulai dengan TIU. Yang kemudian tanggal 6, 7, 8, 9, 10 nggak belajar sama sekali dikarenakan kegiatan pra wisuda-wisuda-dan pasca wisuda. Lalu SKS (Sistem Kebut Semalam) tanggal 11 (jangan ditiru).  Anyway, kenapa kami sekolah ikatan dinas masih harus melaksanakan TKD? karena peraturan TKD baru keluar tahun 2014 *cmiiw. Nah, jadi pas kami tes masuk pertama kali nggak sama tes TKD sekalian. Sementara untuk angkatan 2014 kebawah, mereka udah tes TKD dari awal, jadi pas lulus nggak perlu tes TKD lagi.

Next, kita lanjut ke hari H. Tanggal 12 Oktober aku dan teman-teman naik grab car ke lokasi tes, kami tes di BKN nya langsung. Saat TKD sendiri kita diberikan 35 soal TWK, 30 soal TIU, dan 35 soal TKP (Tes Kemampuan Kepribadian). Total 100 soal dan diberikan waktu satu setengah jam untuk mengerjakan soal-soal tersebut. Jadi kalo dipukul rata, kita punya 54 detik untuk mengerkakan setiap soal.

Untuk TIU soalnya sebenarnya nggak terlalu susah, banyak-banyak latihan di buku soal yang dijual di pasaran sangat membantu. Kemarin pas punyaku soalnya nggak jauh beda sama yang di buku, mulai dari penarikan kesimpulan, bangun ruang, deret, dan soal yang kayak abcde duduk pada sebuah meja persegi, blablabla, siapakah yang duduk disebelah e? Nah tuh soal yang kayak gitu juga banyak yang keluar. Untuk bangun ruang, soal yang keluar nggak ribet kok, sekitaran luas permukaan, luas, dan volume. Jadi mohon diinget rumusnya karena aku lupa-lupa inget rumusnya waktu ngerjain. Terus juga inget-inget angka istimewa kayak 1/3 = 0,333 dan lain-lain. Intinya ngerjain TIU jangan keburu-buru, santai aja santaai, kerjain dengan teliti. Kalo nggak bisa jawab, jangan kelamaan di satu soal, inget! waktu ngerjain TKD terbatas, manfaatkan sebaik mungkin. Tandai di kertas, nomor mana yang belum kejawab, dan move on ke nomor selanjutnya. Nanti pas udah sampe akhir, barulah balik lagi ke nomor yang belum kejawab.

Nah untuk TKP, kayaknya semua yang mau TKD udah tau lah yaa tips dan tricks nya. Intinya you have to think like an angel hahaha. Jawablah soal TKP dengan cara memposisikan diri sebagai malaikat dan orang paling baik sejagad raya. Dijamin lolos passing grade. Oiya lupa bilang, di TKD ini ada passing grade untuk masing-masing tesnya, kalo salah satu gak lolos passing grade, walaupun yang lain nilainya sempurna, akan dinyatakan tidak lolos. TWK passing grade nya 70, TIU 75, TKP aku lupa (googling aja, atau baca di buku lengkap pasti). Untuk TWK dan TIU satu jawaban benar akan bernilai 5 dan yang salah 0. Jadi PASTIKAN untuk menjawab semua soal. Untuk TKP jawaban akan memiliki skor skala 1-5.

Next, TWK, nah ininih yang ngebuat banyak orang nggak lolos TKD. Kadang ada yang skornya 65 (which is kurang satu soal bener doang). Untuk TWK, saran aku belajar sebanyak mungkin. UUD 1945 pastikan hapal, walaupun keluar cuma satu dua tapi lumayan. Hapalin sampe ayat-ayatnya. Pengamalan pancasila juga harus hapal which is menurutku itu adalah butir-butir pancasila. Jadi, hapalinlah butir-butir pancasila. Nah, kalo di buku kebanyakan materinya tentang jaman kemerdekaan, cerita tentang ppki, bpupki, dkk. Tapi... unfortunately itu nggak masuk sama sekali pas aku TKD. Yang masuk malah jaman-jaman orde lama, perdana menteri dan kabinetnya siapa, kebijakannya apa, pokoknya tentang orde lama. Jadi, who knows? Mungkin selanjutnya tentang orba? Intinya perbanyak membaca, kan nggak ada salahnya juga. Hapalin sejarah-sejarah. Minimal taulah, jangan sampe nggak ada bayangan sama sekali. More you read more you know.

Oiya tambahan, di TIU juga ada soal yang ngasih teks panjang banget, saran aku kalo nemu soal kayak gini, jangan dulu dibaca teksnya, baca dulu soalnya, karena ternyata teks sama soal rada nggak nyambung. Dengan teks yang sangat panjang, soalnya cuma nanyain apa sinonim dari kata "lalala" gitu, jadi kita nggak wasting time buat baca soalnya.

Okee sekian post kali ini, semoga bermanfaat. Doakan juga angkatan kami cepat ditempatkan di tempat yang terbaik.

24 Okt 2016

My life recently

Hmmmm, yes I know no one actually care with my life recently. But, karena sekarang aku pengangguran seanggur-anggurnya jadi yaudah, nulis blog aja daah. Jadi, kenapa sekarang aku menganggur? Yaak tepat sekali, karena barusan wisuda *uhuy*. Nggak barusan sih wisudanya udah lama, tanggal 8 Oktober kemarin. Ternyata rasanya nggak ada kegiatan gini amat yaak *sigh*. I hope this penempatan things cepet selesai, kami cepeet ditempatin aamiin aamiin (terus nanti ngeluh banyak kerjaan) (ya namanya juga manusia). Anywaaaay, I will tell you my feelings when I was officially graduated 8th of October 2016. Jadi, ternyata rasanya wisuda itu.. gimana yaa... jadi, pas wisuda itu seneng, seneng sih ibu ayah udah tenang, dua anaknya udah wisuda, seneng dan syukur alhamdulillah udah selesai tepat waktu. Dan juga syukur alhamdulillah, dengan usaha selama 4 tahun ini yang terbilang banyakan streaming youtube dan nonton drama koreanya hasilnya yaa segitu udah lumayan alhamdulillah. Tapi, sedih juga belum bisa bikin dua orang yang paling aku cintai nangis bangga. Sedih pas liat yang juara satu ngasih bunga ke orang tua masing-masing, meanwhile ibu dan ayah ku cuma bisa nonton. I hope I can do more for you next time mom, dad. Dan, terimakasih banyak ibu dan ayah yang selalu mendukung anak mu ini. Terimakasih banyak untuk selalu mengiringi langkah-langkah ku dengan doa-doa kalian. Terimakasih banyak untuk semua keringat yang kalian curahkan demi anak kalian ini, terimakasih banyak untuk cinta yang berlimpah, terimakasih banyak buuk... yaah... nggak tau lagi kata-kata apa yang harus diucapin buat ibu dan ayah, selain terimakasih banyak dan maaf :""). Maaf belum bisa ngasih apa-apa sampe detik ini, maaf masih ngerepotin dan numpang hidup, semoga secepatnya ayuk bisa membahagiakan ibu dan ayah yaah, aamiin aamiin. I love you bu.. yah.. I love you so muuch, both of you are the best gift from Allah to me.

Selanjutnya mau mengucapkan terimakasih pada temen-temen ku yang senantiasa membantu terutama selama aku berada di jurusan Statistik Sosial dan Kependudukan. Oke, mau cerita dikit, jadi pada tingkat 2 setelah di juruskan ke jurusan statistika dan komputasi statistik, kami yang berada pada jurusan statistika akan disuruh memilih lagi peminatan, ada dua peminatan yaitu ekonomi dan sosial kependudukan. Dari awal, aku udah memantapkan hati untuk milih jurusan sosial dan kependudukan. Kenapa? gak tau yaa, perasaan ekonomi udah terlalu mainstream apalagi di keluarga ku, ayah jurusan ekonomi, kakak juga ekonomi, jadi pengen beda aja pokoknya haha. Terus anak kosan semuanya ekonomi, jadi tambah nggak pengen ekonomi, pengen tau sosial dan kependudukan itu kayak gimana sih. Dan terbukti nilai-nilai yang berkaitan degan sosial dan kependudukan kecil semua hahahahahahahahahaha *miris*. But, di peminatan ini aku ketemu temen-temen baru, nama grupnya di whatsapp sih teletubbies, aku yang namain, nggak tau kenapa, teletubbies lucu aja. Jadi kita itu sekelas pas tingkat 3, pas tingkat 3 juga nggak deket-deket amat, yaa lebih tepatnya emang nggak deket biasa aj, ayu temenan sama ime dan vanya, mbul gaktau dah temenan sama siapa aku nggak merhatiin wkwkwk, mega juga aku nggak tau :") (ANSOS BANGET ASTAGHFIRULLAH). Terus pas tingkat 4, ayu, mbul, vanya dan aku sekelas lagi. Gaktau gimana ceritanya yaa kok bisa deket sih, auk amat lupa beneran. Pokoknya jadi temen aja udah. Semoga kita tetap bisa berteman sampe nanti-nanti yaa teman-teman, semoga bisa hadir lengkap di setiap nikahan kita wkwkwk.



Terus mau ngucapin terimakasih yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya juga buat dosbing kuu tercinta. Ibu Rani Nooraeni yang super cantik, sangat baik, sabar, pinter. Pokoknya sangat bersyukur beliau jadi dosbing ku, nggak bisa bayangin kalo bukan beliau yang jadi dosbingku. Sayangnya nggak ada poto sama ibunya, nanti kalo ke kampus lagi mau poto ah.

Terimakasih juga buat befu, yang karena aku beda jurusan sendiri nggak ada foto sama aku, nanti yaa kita poto lengkap-lengkap. Terimakasih befu untuk memaklumi tingkah dan sifat ku selama hampir 4 tahun ini. Terimakasih buat karokeannya, makan di hanamasa 2 tahun sekalinya, surprise pas ulang tahunnya.

Terimakasih juga buat adik-adik, temen-temen, kakak-kakak yang udah ngasih hadiah-hadiah yang luaar biasaa, yang udah menyempatkan hadir di wisuda kemaren, terimakasih banyak.


Terus kok ini postan nya jadi ucapan makasih gini yaa? hahaha yaudah gapapa, suka-suka laah, pengangguran maah bebas. Berhubung udah ngucapin makasih, mau ngucapin syukur dan terimakasih banyak ke Allah SWT,yang mahaa baiiik, sangaaat baiiiik, alhamdulillah, terimakasih ya Allah untuk nikmat-nikmat yang engkau selalu beikan pada hamba setiap detiknya. Terimakasih selalu mendengarkan doa-doa hamba. Terimakasih :").

Okee sekian ucapan terimakasih kali ini, selanjutnya mungkin akan ngepost tentang TKD (?). Jika aku gabut lagi nanti.... see yaa people!

28 Jun 2016

Random talk with me!

Ehem...

Udah lama banget gak nulis disini, sumpah, sampe lupa password blog. Ini sebenernya juga bingung mau nulis apaan, gak jelas banget emang yaa, tapi lagi pengen nulis gimana dong ✌✌

Anyway, sekarang aku udah tingkat 4, time flies oh my god! Bentar lagi (InsyaAllah) wisuda, doain yaa... Dan, yang menjadi puncak kegalauan akhir-akhir ini adalah penempatan.  Ohiya, yang belum tau, aku kuliah di STIS, which is sekolah kedinasan, yang abis lulus insyaallah langsung diangkat jadi PNS, itu kabar baiknya, dan jangan lupa soal kita harus siap ditempatkan dimana saja di seluruh wilayah Indonesia yang luas sekali ini. Aku sih masih berharap supaya bisa ditempatkan gak terlalu jauh dari orangtua. Iyes, satu-satunya yang dipikirin kalo jauh tu, gimana ayah dan ibu, kalo kejauahan yang ada tu kasian sama mereka daripada kasian sama akunya sih *melow*. Anyway, hidup ini keras banget yaaa.. aku barusan dapet quotes "be close with your friends, but be closer with your enemies". Beuuh banget gak tu quotes nya? Yang gak ngerti maknanya aku kasih tau yaa, jadi tu makna dari quotes itu, kita emang harus dekat sama teman-teman kita, tapi kita harus lebih dekat ke musuh kita supaya tau apa yang mereka pikirkan dan rencanakan *dunia kejam*, intinya sih dari quotes itu "trust nobody". Dan soal trust, a.k.a kepercayaan, aku baru-baru ini bener-bener ngerasa sih, kepercayaan itu mahal banget. Once someone give you trust, never break it into pieces, because their trust never be the same anymore. Yaa intinya itulah, sekalinya kepercayaan dirusak, untuk ngebalikinnya lagi menurut aku sih hampir mustahil, pasti masih ada bekas ketidakpercayaan. Jadi, kalo orang udah ngasih rasa percaya, yang amat sangat mahal banget itu, saran aku sih harus dijaga, dan kalo misalnya yang dikasih kepercayaan gak bisa jaga, terus kehilangan kepercayaan jangan pura-pura bego dan ngerasa jadi korban dan begging for another chance or another trust. Come on, we are old enough to think and to decide everything rationally. Okee ini udah kemana-mana, tapi gapapa, judulnya kan random talk huehehe. Apalagi yaa, hmmm sebenernya ada banyak sih yang mau diceritain lagi, tapi ntar deh kapan-kapan, kalo emang tiba-tiba pengen nulis lagi kayak gini.


Okee sekian dan terimakasih, semoga ada manfaatnya dikitlah ini random talk serandom-randomnya. Love you people ❤❤

10 Okt 2013

SIKLUS

Cuma mau share sedikit siklus PTK vs PTN hahaha. Sebagai mahasiswa PTK, inilah yang selama ini saya rasakan.

jadi, setiap kali di media sosial teman-teman PTN sudah mengeluh dengan bertumpuknya tugas kuliah, sudah mau UTS, atau bla..bla..bla.. kami mahasiswa PTK masih libur bahkan belum tau kelas ataupun jurusan yang akan kami dapatkan.

ketika teman-teman PTN sudah mulai ribet dgn UAS dan blaa..bla..blaaa.. kami mahasiswa PTK  baru mulai tahun ajaran baru kami, kami baru masuk kelas, baru mencoba untuk beradaptasi dengan dosen-dosen yang baru maupun teman-teman sekelas yang baru..

ketika teman-teman PTN sudah mulai mengeluhkan liburannya yang sudah terlalu lama, sudah merasa bosan dengan liburan, atau dalam waktu dekat liburan mereka sudah mau habis dan harus mulai berjibaku dengan dunia perkuliahan lagi, kami mahasiswa PTK saat itu sedang tegang-tegangnya menghadapi UAS.

yaaaa, sedikit banyak selama sudah kuliah 1 tahun ini menjadi mahasiwa PTK itulah yang saya rasakan :D
memang PTN dan PTK tidak bisa disamakan, apalagi masalah kalender akademiknya. Kadang sedih sih, disaat kita libur teman-teman yang lain malah sudah sibuk kuliah, disaat kita sedang sibuk-sibuknya kuliah, teman-teman yang lain sedang berleha-leha libur, apalagi mahasiswa PTK adalah mahasiswa minoritas, karena kalau saya pribadi, teman-teman saya SMA dulu lebih banyak yang masuk PTN daripada PTK.

Oke, sekian post yang sangat tidak penting ini. Terimakasih.